SHARE

image-satunegeriBerdasarkan penelitian Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kalteng, kualitas air sungai di 11 daerah aliran sungai (DAS) Kalteng berada di urutan 27 dari 33 provinsi. Menurut Mursid Marsono Kepala BLH Kalteng, pencemaran sungai terjadi di wilayah hulu sungai, yang berasal dari eksploitasi sumber alam seperti penambangan emas dan batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

"Karena itu, saya mengimbau, terutama bagi masyarakat di hulu sungai, jangan mengonsumsi air sungai secara lansung sebelum diolah terlebih dulu," ujarnya, kemarin. WARGA yang tinggal di bantaran sungai di Kalimantan Tengah juga dihimbau tidak mengonsumsi air sungai secara langsung.

Ke depannya Menurut Mursid, pemerintah kabupaten seharusnya meminimalkan kerusakan air sungai. Penambang emas, terutama, pun diimbau membuat wilayah pertambangan rakyat (WPR).

"Dengan adanya WPR ini, secara tidak langsung semuanya bisa terkontrol dan pencemaran air sungai bisa dimiminalkan," tegasnya. (IL)

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

nineteen + 1 =