SHARE

image-satunegeriBerdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bombana, Sulawesi Tenggara menyebutkan hingga september ini, hanya lima dari 45 perusahaan tambang yang membuat laporan pemantauan lingkungannya, padahal mereka sudah mengantongi Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL) mulai 2007 sampai 2010 silam.

"Pasca SKKL keluar, seharusnya pihak perusahaan sudah wajib melaporkan atau membuat pemantauan lingkungannya. Bahkan aturannya minimal enam bulan sekali," kata Makmur, Kepala Seksi Amdal Badan Lingkungan Hidup, Bombana, Selasa (4/10).

Diantara 40 perusahaan  yang belum pernah sama sekali melaporkan pemantauan lingkungannya meski sudah mengantongi SKK adalah, PT. Panca Logam Nusantara, PT. Anugrah Alam Buana Indonesia, PT. Sumber Alam Mega Karya, PT. Terang Guna Sentosa, PT. Karya Cipta Pratama, PT. Ganesha Delta Pratama, PT. Cahaya Gemilang Sentosa, PT Maju Mulia Agungtama, PT. Citra Nuansa Selaras, PT Cakrawala Bumi Asri Timur, PT. Talenta Sena Mulia, serta PT. Talenta Bina Persada.

Sedangkan perusahaan nikel yang belum pernah melaporkan pemantauan lingkungannya, juga tidak kalah banyak jumlahnya. Diantaranya, PT. Timah Eksplomin, PT. Trias Jaya Agung, PT. Tekonindo serta PT. Margo Karya Mandiri. Bahkan dua perusahaan besar seperti PT. Billy Indonesia dan PT Orextend sudah empat tahun tidak melaporkan pemantauan lingkungannya sejak SKKLnya nomor 484.d dan 484.e dikeluarkan 24 Agustus 2007 lalu. (IL)

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

18 − seven =