SHARE

medium_38Pertambangan_Timah_Belitung

Satunegeri.com – Dari 677 izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan tambang timah yang ada di Indonesia,  sebanyak 359 IUP atau sekitar 53% berstatus non clean and clear (CnC) alias masih bermasalah.

Direktur Pembinaan Program Mineral Batubara Kementerian ESDM menjelaskan bahwa perusahaan yang bermasalah tersebut  tersebar di dua provinsi, yakni sebanyak 634 perusahaan di Bangka Belitung, dan 43 IUP berada di Kepulauan Riau.

Sementara, di Kepulauan Riau IUP operasi produksi sebanyak 15 perusahaan yang seluruhnya sudah memegang sertifikat CnC. Sedangkan IUP eksplorasi jumlahnya mencapai 28 perusahaan dengan yang sudah CnC sebanyak 20 perusahaan, dan sisanya merupakan IUP non CnC.

Menurut Sujatmiko, pihaknya tengah membahas bersama dengan Kementerian Perdagangan. Rencana, pemberian rekomendasi eksportir terdaftar (ET) kewenangannya akan diambil alih dari provinsi menjadi ke Kementerian ESDM. Dengan begitu, penyertaan dokumen CnC akan menjadi syarat wajib bagi perusahaan untuk mendapatkan rekomendasi izin ekspor.

Apa Komentar Kamu?