SHARE

Arif Wibowo menunjukan proses penyulingan bio etanol dari limbah organik (bio mas) buatannya di Kaliwungu, Jombang, Jawa Timur, Kamis (28/8)

Satunegeri.com – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat orang berpikir dan berkreasi untuk mencari alternatif BBM yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Di Desa Kaliwungu, Jombang, Jawa Timur, Arif Wibowo, seorang mantan guru SMA melakukan penelitian dengan mengolah sampah organik hingga menjadi BBM beroktan 93 atau kira-kira sekelas pertamax.

Arif membuat BBM dari sampah organik dengan cara yang cukup sederhana. Awalnya, dedaunan kering atau jerami dihaluskan hingga menjadi serbuk. Setelah itu, serbuk dicampur dengan cairan limbah tetes tebu lalu diaduk. Pada campuran itu dimasukkan ragi. Jika sudah selesai, campuran difermentasi dengan cara ditutup dan disimpan selama 14 hari.

“Setelah selesai, lakukan proses destilasi dengan merebusnya menggunakan alat yang didesain khusus hingga mengeluarkan minyak,” jelas pria yang kini menjadi pembina penelitian di beberapa SMA itu.

Minyak itu, lanjut dia, lalu ditaburi kapur barus. Tujuannya untuk meningkatkan kadar oktan. Hasilnya, pria yang pernah menerima penghargaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2008 sebagai guru teladan itu mampu menghasilkan bahan bakar berkadar oktan 93. Sampai saat ini Arif masih mengembangkan penelitiannya.

Apa Komentar Kamu?