SHARE

Oleh : Ustadz Arsal Sjah

Satunegeri.com- “Seberapa banyak kita harus membaca Al-Qur’an dalam sehari? Jawabnya adalah sebanyak kebahagiaan yang ingin kita dapatkan.”

Adakah yang tak ingin bahagia? Pastinya tidak ada. Semua manusia ingin bahagia bahkan selamanya, sepanjang hidupnya. Namun saat ditanya bagaimana caranya atau apa yang akan membuat bahagia?, maka mungkin sebagian besar menyebutkan semua hal yang sifatnya kebendaan, material dan keduniaan.

Apapun yang menyebabkan kebahagiaan sangat ditentukan dari definisi bahagia menurut kita. Jika bahagia itu ada di mata maka segala yang terlihat dan menyenangkan mata itulah yang membahagiakan. Jika bahagia itu ada di telinga maka apapun yang didengar dan memanjakan telinga pasti akan membahagiakan. Tapi jika bahagia itu ada di hati dan jiwa maka semua yang menyenangkan, menenangkan, menenteramkan, menyejukkan dan mendamaikan hati dan jiwa itulah kebahagiaan hakiki.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
(ar Ra’du: 28)

Ketenteraman hati bagi yang beriman adalah saat Allah selalu dalam ingatannya. Tenteram itu sebab sekaligus buah kebahagiaan. Dengan sebab tenteram, kebahagiaan itu datang, dan karena bahagia itulah tenteramnya bertambah dari ketenteraman yang sebelumnya ada.

Alquran adalah sarana kita mengingat Allah sebab alquran adalah kalam (perkataan) Allah. Melantunkan alquran berarti melantunkan perkataan-Nya, bahkan seakan berbincang dengan-Nya. Ingat dan interaksi pada yang dicintai akan menenteramkan hati dan jiwa, itulah bahagia sejati dan hakiki.

Kebahagiaan takkan membosankan bahkan membuka limitasi kepuasan hingga tak hingga. Tapi tentu rasa itu takkan pernah ada jika kesucian dan kebersihan hati tak kunjung nyata. Sebab saat hati suci dan bersih maka luasnya tak bertepi, volumenya tak bertakar.

Mungkin itulah di antara makna perkataan sahabat sekaligus menantu Rasul saw berikut ini,

Sufyan bin ‘Uyainah meriwayatkan bahwa Utsman Bin Affan ra berkata :

ﻟَﻮ ﻃَﻬُﺮَﺕ ﻗُﻠُﻮﺑُﻜُﻢ ﻣﺎ ﺷﺒِﻌﺘُﻢ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻡِ ﺭَﺑِّﻜُﻢ . ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ

“Seandainya hati kalian bersih niscaya kalian tidak pernah (merasa) cukup dari (membaca) firman Rabb kalian” (HR. Ahmad)

Bagaimana dengan kita?

#catatanharianramadhan

Apa Komentar Kamu?