SHARE

Satunegeri.com – Untuk menata frekuensi 800 Mega Hertz (MHz) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo),PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) dengan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) akan melakukan penggabungan usaha.

Surat Keputusan Menteri (Kepmen) untuk penggabungan dua operator berbasis code division multiple access (CDMA) tersebut pun akan segera dikeluarkan oleh kominfo.

Menurut Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos Informatika, Kementerian Kominfo, M.Budi Setiawan, Penggabungan usaha tersebut, untuk mengikuti aturan penataan frekuensi 800 MHz. Dalam Rancangan Surat Keputusan Menteri Kominfo itu, ada beberapa poin penting yang pantas disimak.

Pertama, pergantian teknologi. Jadi, nanti tidak ada lagi teknologi fixed wireless access (FWA) CDMA seperti saat ini. Teknologi yang akan diterapkan adalah teknologi netral berbasis seluler dengan cakupan wilayah nasional.

Kedua, proses migrasi teknologi netral berbasis seluler diselesaikan paling lambat 14 Desember 2014 mendatang.

Selain itu, Telkom dan Indosat memutuskan imigrasi dari CDMA menjadi teknologi e-GSM. Teknologi e-GSM ini dipakai untuk layanan 3G.
Nah, kali ini BTEL dan FREN yang akan imigrasi dengan cara bergabung. Rencananya, skema penggabungan bukanlah dalam bentuk merger, melainkan dalam bentuk mobile virtual network operations (MVNO).

Nantinya, kedua entitas bisnis BTEL dan FREN akan tetap ada. Namun, pemerintah mencabut salah satu lisensi penyelenggaraan jaringan seluler yang dimiliki BTEL. “BTEL nanti hanya penyelenggara jasa saja. Sedangkan FREN sebagai penyelenggara jaringan. Permohonan ini sebagai dampak penataan pita 800 MHz,” terang Budi.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

20 + seventeen =