SHARE

image-satunegeriSatuNegeri.com – Tindakan pemerintah Argentina yang mengambilalih perusahaan minyak YPF yang dimiliki oleh Repsol Spanyol, mendapat kecaman dari Kepala Bank Dunia Robert Zoellick. Menurutnya itu dalah hal yang salah untuk dilakukan.

"Saya pikir itu kesalahan dan saya pikir itu merupakan gejala bahwa kita harus hati-hati — jika di bawah tekanan ekonomi, apakah negara akan bergerak menjadi lebih nasional, kebijakan autarchic, lebih respon terhadap nasionalisme, lebih proteksionisme," kata Zoellick dalam sebuah konferensi pers, lapor AFP.

Tidak hanya di protes oleh Zoellick, tindakan Kirchner telah menimbulkan badai protes dari Spanyol dan kritik dari negara industri lainnya, dengan Amerika Serikat terdepan. Namun reaksi sebaliknya diperlihatkan  oleh para pemimpin berhaluan kiri di Amerika Latin, seperti Presiden Venezuela Hugo Chavez, mereka menyambut baik keputusan Kirchner tersebut.

Sebelumnya, Argentina mengatakan Senin (16/4) waktu setempat, bahwa mereka akan mengambil alih 51 persen saham perusahaan minyak terbesar negara tersebut, YPF, yang dimiliki Repsol dari Spanyol

Keputusan itu kontan membuat Spanyol mencela bahwa keputusan tersebut tidak bersahabat, dan akan memperingatkan Argentina. Spanyol juga akan mengambil yang langkah yang jelas dan keras sebagai respon.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

17 − 16 =