SHARE

Hutan Indah

Satunegeri.com – Meski telah ditemukan cadangan emas yang cukup besar di Papua, namun semua itu tidak dapat diambil, pasalnya cadangan tersebut berada di kawasan hutan lindung.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pun, konsisten dengan kebijakan yang ia ambil, yaitu melarang segala aktifitas yang tidak terkait dengan sektor kehutanan, termasuk pertambangan diantaranya.

Menurutnya rakyat di Papua banyak yang marah, pasalnya pada kenyataanya kesejahteraannya tidak meningkat ketika ada tambang emas di daerahnya.

“Kalau politiknya bilang rakyat marah, ya masa diberikan izin. Banyak aspeklah tentunya, bahwa presiden itu kebijakannya hutan untuk kesejahteraan rakyat. Masak bolak balik saya kasih ke corporate terus? Maka kita belum akan berikan (izin). Kecuali yang buat jalan, listrik, dan pertanian itu boleh, pertanian kan untuk kedaulatan pangan, listrik untuk kedaulatan energi,” tutupnya.

Empat perusahaan tersebut menurutĀ  Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R Sukhyar. adalah PT. Nabire Bhakti Mining di Kabupaten Paniai, PT Irja Estern di Kabupaten Paniai, dan PT Iriana Mutiara Indenberg di Senggi Kabupaten Keerom, dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Namun 4 perusahaan tersebut belum dapat mengeksploitasi tambang emasnya, karena status hutan yang dinyatakan sebagai hutan lindung atau konservasi.

“Tapi hutannya statusnya diubah jadi hutan konservasi atau lindung. Itu yang kami minta penjelasan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Empat perusahaan itu tidak bisa ngapa-ngapain,” tutupnya.

Apa Komentar Kamu?