SHARE

Biji Jarak Kepyar

Satunegeri.com – Bionas Energi Indonesia (BEI) mengklaim telah  berhasil memadukan kemajuan teknologi nano yang diterapkan pada additif, nano emulsion dan polarization, dimana dengan campuran tersebut dapat diyakini dapat memangkas biaya tarif dasar listrik hingga 20%. Bahkan, yang lebih menarik lagi penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah alat transportasi darat, udara dan laut bermesin diesel dan premium dapat mencapai 20%.

CEO BEI, Hendry Widjaya, seperti dikutip dalam rmol.co, mengatakan bahwa teknologi tersebut menggunakan buah (biji) jarak dan air menjadi salah satu komponen utama di dalamnya, sehingga ramah lingkungan.

Dengan kegiatan tersebut ia berharap dapat membantu meningkatkan pendapatan petani. Karena BEI berjanji akan membayar tinggi buah jarak milik petani. Bila dipasaran buah jarak hanya dihargai US$ 115 per ton, maka Hendry berjanji meningkatkan harganya menjadi US$ 400 per ton.

Sebagai bentuk keseriusannya, perusahaan asal California ini menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk membantu melakukan riset penggunaan produk Bionas ini di bidang otomotif. “Kita akan melakukan pengujian, kita cek berapa ketahanan mesinnya dan bagaimana efeknya terhadap pencemaran. Kita bergerak di sektor teknologi tepat guna dan sangat mungkin Bionas ini diterapkan disana,” kata Rektor Universitas Negeri Makassar, Arismunandar.

Apa Komentar Kamu?