SHARE

medium_16blok-migas21

Satunegeri.com – Di tengah penurunan harga minyak, PT Medco E&P Indonesia (Medco E&P) Blok Tarakan di Kalimantan Utara mampu mempertahankan produksi minyak dan gas buminya dengan biaya operasi yang efisien. Kesuksesan tersebut dicapai berkat optimalisasi kegiatan di lapangan, peningkatan kapasitas sumur dengan workover dan pemasangan pompa Artificial Lift  ESP serta peningkatan perawatan sumur-sumur produksi. Bahkan, produksi gas dari blok ini mendukung program gas kota di Kota Tarakan dan juga memasok bahan bakar bagi  pembangkit listrik milik PT PLN Tarakan.

Berkat upaya tersebut Perusahaan saat ini berhasil mempertahankan produksi minyak dan gas bumi yaitu 1.900 barel setara minyak per hari (BOEPD) sejak akhir tahun 2014. Hal ini merupakan pencapaian positif, bila dibandingkan dengan rata-rata penurunan alami produksi minyak di dunia yang berada di kisaran 20 – 25% per tahun.

“Dalam rangka mempertahankan tingkat produksi, Perusahaan selama tahun 2013 dan 2014 telah melakukan pemboran 2 (dua) sumur Eksplorasi dan 3 (tiga) sumur Pengembangan serta pekerjaan work over di beberapa sumur produksi. Kami yakin, sumur-sumur di Tarakan walaupun sudah tua masih mempunyai potensi produksi dan dapat memberikan kontribusi pada  produksi minyak nasional,” ujar Nugraha Alibasah, Manajer Operasi Medco E&P Blok Tarakan.

Produksi gas dari blok Migas ini digunakan untuk PT PLN Tarakan dan masyarakat Kota Tarakan sebagai bagian dari pelaksanaan program gas kota. Penyediaan gas untuk listrik dan gas kota merupakan bukti nyata dukungan Medco E&P terhadap program pemerintah dalam upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Program Gas Kota di Tarakan dilaksanakan di dua kelurahan yaitu Kelurahan Sebengkok dan Selumit Pantai. Di dua kelurahan tersebut terdapat sekitar 3360 Kepala Keluarga  yang telah mendapatkan sambungan  jaringan pipa gas dari Pemerintah Kota dengan gas yang berasal dari Medco E&P. Saat ini, cadangan gas di Blok Tarakan sudah sangat berkurang sejak pengaliran perdana di tahun 1997. Kapasitas yang masih ada tetap memprioritaskan kegunaan  bagi kepentingan masyarakat.

“Keberhasilan tersebut juga dapat dicapai karena blok Migas ini memiliki struktur organisasi yang ramping dengan tim kerja yang efisien dan efektif. Hal ini terbukti dengan dengan lifting cost selama tahun 2014 yang masih di bawah AS$ 20 per barel. Dengan demikian, walaupun harga minyak dunia turun dan sekarang bergerak di kisaran AS$ 55 – AS$ 60 per barrel, Blok Tarakan tetap ekonomis produksinya,“ tambah Nugraha Alibasah.

Medco E&P memulai operasinya di Blok Tarakan tahun 1992 untuk jangka waktu 10 tahun dan perpanjangan kontrak 20 tahun sampai dengan tahun 2022 di blok Migas yang terletak di Provinsi terbaru Indonesia yaitu Kalimantan Utara.

Apa Komentar Kamu?