SHARE

Oleh: Nasrudin Joha

Satunegeri.com – Wow, saya merasa deg deg ser gitu, sampai ingin pergi ke kamar mandi. Drama terorisme di negeri ini -betapapun membuat latar dan modus berbeda- tapi alur lakon nya begitu-begitu saja. Selain langsung terbunuh, tanpa persidangan, kadang terbunuh sebagai korban kadang terbunuh sebagai pahlawan.

Tidak ada sarana ferifikasi informasi yang otoritatif, semua dari satu sumber satu versi dan harus dianggap benar, betapapun belum pernah uji validitas melalui pengadilan. Yang dituding selalu kelompok tertentu yang terkait dengan Islam.

Setelah mendapat legitimasi, arah tudingan akan meningkat -bukan hanya kepada kelompok tertentu yang berafiliasi dengan Islam- namun merengsek pada tudingan terhadap doktrin/ajaran yang diakui dalam Islam.

Setelah merasa cukup legitimasi itu, lihat saja, hal itu akan digunakan untuk dua tujuan. Pertama, kucuran duit pajak rakyat untuk mendukung ketoprak teroris. Kedua, pengesahan program ketoprak teroris untuk ditayangkan secara berkala.

Dalam setiap episode ketoprak teroris itulah, Islam dan kaum muslimin akan selalu dijadikan target dan sasaran. Jahat sekali siapapun dibalik dalang ketoprak teroris ini ?

Karena kebencian yang mendalam pada kebijakan rezim yang dzalim, pemuda lugu yang memiliki ghiroh Islam bisa di rekrut, dibiayai, diberi mimpi, setelah itu dijadikan tumbal. Oh, ketoprak teroris ini sungguh lucu, melebihi kelucuan ketopraknya Sule.

Mungkin untuk lebih jelasnya, lebih baik ikut istilah DOBOL punya ADP, ini ketoprak DOBOL, ini sinetron terburuk versi akademi Indo marko.

Pejabatnya, betapapun sudah pasang muka serius, tetap saja tidak mengurangi pemirsa terpingkal dengan alur ketoprak teroris. Sungguh terlalu ! Meminjam kata-kata yang ada pada Kamus Bang Roma.

Biar lebih heboh, lebih mengharu biru, peneliti dan pengamat diminta angkat bicara. Semua diajak larut dalam peran penyempurna, atau sekedar aktor bayaran, klimaksnya semua diajak untuk berujar “NEGARA DARURAT TERORIS, NEGARA DARURAT RADIKALIS, NEGARA DARURAT ISLAMIS”. Dst.

Sudahlah, janganlah rakyat terus diberi tontonan tidak bermutu. Buatlah rakyat merasa tenang menikmati kemiskinannya, merasa Qonaah dengan kedzaliman penguasanya, jangan ganggu Kekhusukan rakyat menikmati penderitaan dengan tayangan ketoprak teroris yang tidak bermutu.

Wahai jiwa yang kelak kalian akan kembali kepada Allah SWT, ingatlah ! Dunia ini fana, ajal pasti tiba, tidak ada yang lepas dari pengamatan Allah SWT. Takutlah ! Takutkan terhadap neraka, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.

Wahai jiwa yang masih memiliki iman, segeralah ! Kembali kepada Allah, bertaubatlah ! Semoga Allah SWT mengampuni seluruh dosa, Amien YRA. []..

Apa Komentar Kamu?