SHARE

77pltn

Satunegeri.com – Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) akan melakukan uji coba reaktor daya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) sebesar 10 megawatt (MW). Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), Rida Mulyana di Jakarta.

Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan kedaulatan energi sebagai salah satu tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) tahun 2015-2015. “Rencana ini sebagai bagian dari Nawacita untuk kedaulatan energi, membangun PLTN pilot project demoplant,” katanya.

Berdasarkan data yang dikutip dari Rencana Usaha Penyediaan Ketenagalistrikan (RUPTL) 2015 – 2024 PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) disebutkan untuk biaya kapital misalnya, sebuah studi bersama antara PLN dan sebuah perusahaan listrik dari luar negeri pada tahun 2006 mengindikasikan biaya investasi PLN sebesar US$1.700 per kW hanya untuk engineering,procurement and construction (EPC) atau US$2.300 per kW setelah memperhitungkan biaya bunga pinjaman selama konstruksi.

Angka tersebut kini dipandang terlalu rendah, pasalnya menurut berbagai laporan yang lebih baru, biaya pembangunan PLTN pada beberapa negara telah mencapai angka yang jauh lebih tinggi. Dalam feasibility study PLTN yang dilaksanakan oleh PLN dengan dibantu konsultan luar negeri pada tahun 2014, diperoleh angka bahwa biaya investasi PLTN sudah mengalami kenaikan yaitu sekitar US$ 6.000/kW.

Kenaikan ini merupakan hal yang wajar mengingat semakin mahalnya harga energi fosil dan semakin nyatanya ancaman perubahan iklim global sebagai akibat dari emisi karbondioksida dari pembakaran batubara atau energi fosil lainnya, sebetulnya telah membuat PLTN menjadi sebuah opsi sumber energi yang sangat menarik untuk ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan listrik di masa depan. Apalagi apabila biaya proyek, biaya pengelolaan waste dan biaya decommisioning telah menjadi semakin jelas.

Apa Komentar Kamu?