SHARE

image-satunegeri

Satunegeri.com — Reforminer Institute memprediksi cadangan minyak Indonesia tersisa 12 tahun, atau akan habis pada 2025. Pasalnya, cadangan minyak di Indonesia kian hari menipis akibat konsumsi BBM terus meningkat. Apalagi, saat ini cadangan minyak kita hanya 3,7 miliar barel dan angka tersebut hanya 0,3% dari cadangan minyak global

Wakil Direktur Reforminer Institute Komaidi Notonegoro memprediksi, dalam waktu kurun 12 tahun Indonesia akan kehabisan cadangan minyak. Hal ini jika pemerintah tidak dapat menemukan cadangan minyak yang baru.

"Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia terus meningkat, tidak seimbang dengan cadangan minyak yang dimiliki Indonesia," kata Komaidi, saat menjadi pembicara dalam Pertamina Energy Outlook 2014 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Komaidi mengungkapkan, apabila pemerintah tidak turut campur tangan mencari cadangan minyak baru, maka dalam waktu 12 tahun maka Indonesia tidak akan lagi memiliki sumber  minyak.
Komaidi sangat menyayangkan tindakan pemerintah yang sampai saat ini masih memberikan subsidi Bahan Bakar Minyak kepada masyarakat.

Padahal, produksi minyak di Indonesia saat ini hanya mampu memproduksi 830 ribu barrel per hari. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan minyak 1,2 juta barrel per hari.
Hal itulah yang membuat Indonesia selalu mengalami defisit minyak dan mengharuskan melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Karena itu, kata Komaidi, untuk menanggulangi permasalahan konsumsi BBM, pemerintah harus mencari solusi yang matang. Hal ini agar ketergantungan Indonesia terhadap minyak impor bisa ditekan.

“Untuk mengatasi hal ini yang harus benar-benar diperhatikan itu tujuan yang utama entah short term atau long termnya harus dipikirkan masak-masak," pintanya.

Sementara itu, PT Pertamina berambisi mampu memproduksi minyak 2,2 juta barel per hari (bph) pada 2025, dari saat ini hanya 200.000 bph.

Senior Vice President Upstream Strategic Planning & Operation Evaluation Pertamina, Djohardi Angga Kusuma mengatakan, ada dua tahapan yang harus dilalui untuk mencapai target tersebut, yaitu organik dan anorganik.

Upaya organik dilakukan dengan pencarian sumur minyak baru. Cadangan minyak saat ini tersisa hingga 12 tahun mendatang. Dengan penemuan sumur minyak baru, ia memperkirakan cadangan minyak Indonesia bisa lebih lama, menjadi 50 tahun.

Untuk anorganik, dilakukan melalui akuisisi sumur minyak. Saat ini Pertamina sudah mengakuisisi sumur minyak di Aljazair, Irak, dan di dalam negeri. Ia memperkirakan produksi Aljazair pada tahun pertama bisa menambah lifting 23.000 bph, Irak 40.000 bph, dan domestik 100.000 bph.

"Pertamina, akan menjadi pemain dunia dengan memproduksi 2,2 juta bph. Ini mimpi Pertamina," katanya dalam Pertamina Energy Outlook 2014, di Jakarta.

Sementara itu, pengamat energi, Darmawan Prasodjo mengatakan, baru sekitar 38 cekungan yang dieksplorasi di Indonesia dari total sekitar 120 cekungan. Djohardi mengatakan, jika cadangan baru ditemukan maka lifting minyak mendapat tambahan lebih dari 600.000 bph.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

2 × 4 =