SHARE

image-satunegeri

Satunegeri.com – Tepat pada peringatan hari buruh sedunia, Selasa (1/5), Presiden Bolivia Evo Morales menasionalisasi jaringan transmisi listrik utama negeri itu dari perusahaan milik Spanyol.

Langkah Morales ini semakin menambah ketegangan antara Spanyol dengan negara-negara Amerika Latin. Sebelumnya Argentina mengungkapkan rencana mengambil alih perusahaan minyak nomor satu negara itu, YPF dari perusahaan Repsol asal Spanyol.

Sampai saat ini Morales belum mengungkapkan berapa kompensasi yang akan dibayar, namun dekrit nasionalisasi menyebutkan negara akan menegosiasikan ongkos ganti rugi.

Morales beralasan perusahaan listrik Transportadora de Electricidad (TdE) minim dalam melakukan investasi di Bolivia. Hanya sekitar 81 juta dollar AS (Rp 745 miliar) yang diinvestasikan TdE di jaringan listrik Bolivia sejak diswastakan tahun 1997. Padahal negara menanam modal sebesar 220 juta dollar AS, tetapi pihak lain yang mengambil untung.

Meski begitu Morales menyatakan masih tetap membuka peluang untuk kerjasama dengan pihak lainnya. "Bolivia masih perlu mitra, tetapi bukan majikan," kata Morales

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

eighteen + 10 =