SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Untuk mengejar ketertinggalan dalam hilirisasi di sektor perikanan, menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Saut P Hutagalung, dibutuhkan sinergitas antar Kementerian seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Memang untuk bisa mencapai industrialisasi yang mapan bukan hanya kementria kelautan saja, butuh kerjasama dan senergitas dengan Kementerian lain seperti Kemenperin dan Kemndag,” katanya

Menurutnya saat ini daya saing Indonesia dibandingkan negara lain masih kurang baik, komoditas perikanan yang industrialisasi cepat  yang pengendalian impornya kuat  seperti patin, rumput laut.

Dengan memiliki 63 ribu unit pengolahan yang sebagian besar berskala kecil dan industri rumah tangga, KKP akan terus meningkatkan  kualitas dan kapasitas unit pengolahan dengan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan kemampuan keuangan. Kemudian meningkatkan permintaan pasar produk perikanan dalam negeri, program peningkatan dan perluasan akses produk perikanan untuk ekspor atau pasar luar negeri serta peningkatan investasi pada  pasca panen produk perikanan.

Salah satu upaya yang dilakukan guna mengejar industrialisasi disektor perikanan ini salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan instansi atau Kementerian, pengusaha nasional, maupun negara lain seprti kerjasama dengan  pemerintah Swiss melalui State Secretariat of Economic Affairs – Switzerland (SECO) sepakat menyalurkan bantuan teknis untuk peningkatan kapasitas ekspor sektor perikanan Indonesia.

Adapun bantuan itu dimulai dari peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bergerak dibidang produksi, pasca panen, pengolahan hingga peningkatan pemasaran produk perikanan. Dan secara secara teknis, program hibah pemerintah Swiss akan dilaksanakan National Chief Technical Advisor (NCTA), yang merupakan tenaga ahli yang diseleksi melalui beberapa tahap penilaian pihak terkait. Program hibah akan dilaksanakan selama 5 tahun dengan tujuan utama untuk peningkatan dan penguatan kapasitas pemasaran komoditi perikanan unggulan terpilih.

Dengan adanya program hibah pemerintah Swiss diharapkan dapat menjadi salah satu faktor penunjang keberhasilan pencapaian target ekspor perikanan RI. Terkait kondisi perdagangan perikanan Indonesia, sampai dengan tahun 2013, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai 4,16 milyar dolar dan nilai impor mencapai 467,4 juta dolar. Sedangkan target ekspor produk perikanan 2014 sebesar 5,6 miliar dolar pada 2014 atau diprediksi naik 1,3 miliar dolar selama satu tahun.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

16 + four =