SHARE

image-satunegeri

Satunegeri.com – Ketika skandal BLBI kembali diangkat ke permukaan, mungkin sebagian orang akan mempertanyakan mengapa catatan hitam Indonesia di masa krisis tersebut kembali diungkit. Apa relevansinya? Apakah bermanfaat menguak kembali berkas-berkas korupsi masa lalu untuk kepentingan masa sekarang? Tidakkah lebih baik kasus tersebut dikubur dan diterima saja sebagai ongkos krisis, meskipun sangat mahal harganya, sehingga kita dapat memfokuskan diri pada agenda-agenda perbaikan ekonomi di masa depan?
Jawabannya jelas: karena selain penyelesaiannya sarat dengan rekayasa dan KKN, kasus BLBI juga memiliki dampak yang sangat luas pada perekonomian bangsa saat ini dan bahkan hingga beberapa waktu ke depan. Demikian besarnya kerusakan yang diakibatkan skandal BLBI, hingga bebannya harus ditanggung seluruh rakyat Indonesia berupa pembayaran utang dalam APBN setiap tahunnya yang diperkirakan baru berakhir pada sekitar tahun 2033. Jumlah minimal utang yang harus dibayar tersebut mencapai Rp 630 triliun (berupa BLBI sebesar Rp 144,5 triliun, tambahan BLBI Rp 14,47 triliun, program penjaminan Rp 39,3 triliun, dan obligasirekap Rp 431,6 triliun) . Bahkan, dalam skenario terburuk (seperti misalnya jika pemerintah terus melakukan penjadwalan ulang terhadap utang-utang tersebut), beban yang harus dibayar dapat mencapai Rp 2.000 triliun.
Dengan ini kita bagikan gratis buku Skandal BLBI: Ramai-ramai merampok negara kepada masyarakat Indonesia. agar dibaca luas,dipahami,dan dipelajari agar sejarah perampokan ini tidak terulang kembali.Ebook Gratis ini silahkan disebarkan.

Password :satunegeri.com

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

eight − 1 =