SHARE

Satunegeri.com – Selama periode Desember 2014, ekspor kopi asal Provinsi Lampung mencapai 16.050,82 ton lebih senilai 33,3 juta dolar AS. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Feriyana.

Ekspor kopi tersebut terdiri atas biji kopi arabika, robusta, dan kopi instan. Dimana ekspor biji kopi robusta Lampung pada periode itu senilai 31,9 juta dolar dengan volume 15.866,14 ton. Sedangkan biji kopi arabika senilai 652.926,33 dolar dengan berat 114 ton.

Unyuk tujuan ekspor biji kopi robusta maupun arabika daerah tersebut menuju beberapa negara terutama di kawasan Eropa dan Asia.

Negara itu antara lain Alzajair, Armenia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Georgia, Jerman, Yunani, Hongkong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Portugal, Rusia, Singapura, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Rumania, Iran, Amerika Serikat, dan Swedia.

Sementara itu, sebagian petani kopi setempat mengaku produksi kopi yang didapatkan pada tahun ini tidak terlalu bagus.

“Hasil panen kali ini tidak terlalu bagus dibandingkan tahun lalu, dari satu hektare lahan hanya rata-rata menghasilkan 1,5 ton, ” kata petani dari Pekon (Desa) Gunungterang, Kecamatan Airhitam, Suyitno.

Ia mengatakan harga biji kopi robusta di tingkat petani Rp20.000–Rp21.000 per kilogram atau hampir sama dengan sebelumnya.

Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, Lampung utara, Waykanan, dan Pesawaran merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Lampung, sedangkan sebagian besar masyarakat di daerah itu mengembangkan komoditas tersebut sebagai mata pencaharian utama.

Lampung merupakan pemasok kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan produksi rata-rata 100.000-120.000 ton per tahun dengan luas areal kopi mencapai 163.837 hektare.

Apa Komentar Kamu?