SHARE

lahan-sawit

Satunegeri.com – Ekspor produk sawit dan turunannya pada 2015 diprediksi akan berada pada kisaran 23,7 juta ton. Hal itu dikatakan Direktur Ekskutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni) Sahat Sinaga di Jakarta, Selasa(10/2).

Realisasi ekspor produk hilir sawit pada tahun lalu menurut Sahat lebih rendah dibandingkan selama dua tahun terakhir yang mana pada 2012 mencapai 12,6 juta ton atau 60,8 persen dari total ekspor produk sawit 20,7 juta ton. Sedangkan pada 2013 ekspor produk hilir sawit sebanyak 13,9 juta ton atau 13,9 juta ton atau 61 persen dari total ekspor produk sawit nasional sebanyak 22,9 juta ton.

Sementara itu dalam dua tahun tersebut ekspor dalam bentuk minyak sawit mentah sebanyak 8,1 juta ton atau 39,2 persen pada 2012 dan 8,9 juta ton 39 persen pada 2013.

Jika beberapa elemen terkait industri hilir sawit diperbaiki, ia meyakini bahwa  komposisi produk ekspor tersebut akan kembali ke pola seperti tahun 2013 yakni 61 persen berupa PPO dan 39 persen CPO.

Beberapa hal yang perlu diperbaiki yaitu  harga biodiesel dan pemakaian B-20 maka harga akan naik, instrumen Bea Keluar akan berjalan dan kelancaran barang di pelabuahn dan Bea Cukai (BC) berjalan baik.

Selain itu, menurut dia, diperlukan sejumlah terobosan baru terutama untuk pasar luar negeri yakni dengan perbaikan citra sawit di pasar internasional, sesuai tuntutan pasar.

Kemudian mengembangkan Hub-pedagangan berbasis Pakistan untuk negara-negara tetangga yang telah terjalin dengan baik dan basis di Turki atau salah satu negara Balkan untuk pasar Eropa Timur .

Dari kedua Hub-perdagangan tersebut volume pasar yang dapat dikembangkan sekitar 4-5 juta ton per tahun.

Apa Komentar Kamu?