SHARE

Satunegeri.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulana Saragih mencurigai PT Freeport Indonesia berbohong dalam membangun smelter. Freeport disebut menyewa lahan atau bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik. Namun, Petrokimia Gresik menyangkal adanya kerja sama melalui penyewaan lahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan mengamini jika Freeport berbohong soal kerja sama tersebut. Sebab, saat ini rencana Freeport untuk membangun smelter masih ada di tahap administrasi dan belum sampai kepada nota kesepahaman.

“Pembangunannya baru 14 persen, fisik belum ada, dan itu masih administratif,” kata Luhut di ruang rapat komisi VII DPR, Jakarta, pekan lalu.

Luhut sendiri mengaku tidak setuju dengan perpanjangan izin konsentrat PT Freeport Indonesia. Alasannya, langkah tersebut dinilai telah melanggar UU Nomor 4 Tahun 2009 yang mewajibkan perusahaan tambang melakukan hilirisasi produknya di dalam negeri sebagai salah satu syarat untuk izin perpanjangan ekspor.

“Saya paling tidak setuju, kita melanggar UU Minerba 2009 tadi, ya mindset selama ini Freeport, selalu berhasil menekan pemerintah. Sekarang ini pemerintah tidak bisa ditekan,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan revisi pada beleid tersebut guna memberi jaminan keadilan pada seluruh perusahaan tambang. “Kita lagi cari solusi yang paling enak, salah satu adalah revisi UU Minerba yang berlaku adil tidak hanya bagi Freeport dan juga untuk pembangunan lainnya,” tutupnya.

Apa Komentar Kamu?