SHARE

Satunegeri.com – Pengurus baru KUD Dharma Tani Marissa hasil RAT 2015 berjanji akan fokus mengembangkan salah satu asset miliknya berupa IUP tambang emas di GunungPani. Hal ini disampaikan langsung Ketua KUD terpilih Uns Mbuinga saat menutup RAT tahun 2014 di Marissa, KabupatenPohuwato (Selasa, 27/1). Untukitu, mereka berkomitmen menggandeng anak usaha PT JResources Asia Pasifik (PSAB).

“Kami berkomitmen untuk segera mengoptimalkan izin usaha pertambangan yang dimiliki KUD Dharma Tani seluas 100 hektar di GunungPani,”kata Uns.

Dalam kesempatan itu Uns juga menjelaskan bahwa KUD Dharma Tani sejak 2014 silam telah membentuk perusahaan patungan dengan mitranya PT PuncakEmasGorontalo (PEG). PEG merupakan perusahaan tambang nasional yang sudah punya pengalaman menggarap tambang emas di beberapa wilayah. PEG tidak lain anak usaha PT Gorontalo Sejahtera Mining yang merupakan anak usaha dari PT JResources Asia Pasifik (PSAB).

Sayangnya kerjasama tersebut belum berjalan optimal karena masih menunggu kepengurusan baru dan juga pertimbangan keuangan. Ketika hal tersebut sudah terpenuhi, pengurus baru KUD hasil RAT 2015 ini menyatakan tekad untuk segera menggarap tambang tersebut.

Mantan politisi senior Partai Golkar Provinsi Gorontalo ini mengakui dana yang dibutuhkan untuk masuk ke tahapan operasi produksi tidak kecil. Oleh karenanya KUD membangun kerjasama (joint venture) dengan PT Puncak Emas Gorontalo. Selain pertimbangan kepemilikan modal, PEG juga dinilai mitra yang tepat karena memiliki pengalaman mengelola tambang. Dan juga konsesi milik perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ada di sekitar lokasi tambang milik KUD.

“Jadi secara teknis lebih efektif dan efisien kalau KUD bekerjasama dengan PT PEG untuk mengelola tambangnya,”terang Uns.

Oleh karenanya Uns menghimbau seluruh anggota yang berjumlah 1070 orang, agar bersinergi dengan pengurus dan dewan pengawas untuk mewujudkan harapan tersebut. “Kita harus bekerjasama sehingga sumber daya mineral yang ada di Gunung Pani bisa dikerjakan dengan tata kelola pertambangan yang baik dan benar agar member manfaat yang lebih besar untuk kita,”terang Uns.

Menurutnya akan ada banyak manfaat yang diperoleh anggota dan masyarakat jika mineral di konsesi tambang milik KUD dikelola dengan baik. Manfaat berganda tersebut bias dalam bentuk penghasilan, lapangan pekerjaan, sosial, maupun pemasukan diantaranya dalam bentuk pajak dan retribusi kepada pemerintah daerah.

Sebagaimana diketahui, sebelum bermitra dengan PT PEG, KUD menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan tambang emas asal Australia One Asia Resources (OAR). Namun kerjasama tersebut berakhir pada 10 Desember 2013. Pengurus KUD kala itu mensinyalir investor asing tersebut hanya menggunakan IUP KUD untuk kemanfaatan

Apa Komentar Kamu?