SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Serbuk cokelat tua, Kolagit, ditangan Gita Adinda Nasution, mahasiswi semester 3 Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara (USU), dapat diolah menjadi obat diabetes.

Usahanya untuk menemukan obat diabetes, didorong karena ingin mengobati penyakit yang diderita ayahnya. Dia mengklaim, selain sang ayah, Bisman Nasution, yang menjadi pasien pertama, sudah ratusan penderita lain yang sembuh setelah mengkonsumsi Kolagit dalam beberapa hari.

Sewaktu masih kelas tiga SMP, anak ketiga dari pasangan Bisman Nasution dan Lismawarti ini sudah pasrah dan capek dengan pengobatan diabetes ayahnya, hanya berserah diri pada Allah. Tiba-tiba ia menemukan ide, yang sebenarnya konyol.

pada senyawa gula pasti ada senyawa yang dapat mengatasi sakit diabetes, hanya saja harus menemukan bahan campuran yang dapat memperbaiki senyawa itu. Setelah cukup lama mengutak-atik penelitian pada kelas tiga SMP, Gita akhirnya menemukan Kolagit dari gula tebu.

Dari hasil penelitiannya, Enam ekor tikus pengidap penyakit gula sembuh setelah diberikan Kolagit. Bahkan Kolagit lebih ampuh dari obat diabetes hasil kimia, Dibin Klamit.

Beda dengan obat diabetes lain yang dikonsumsi sebelum makan, Kolagit justru dikonsumsi setelah makan. Gita menjelaskan bahwa tak semua penderita diabetes yang kekurangan hormon insulin. Ada yang memiliki hormon insulin, tapi rangsanganya kurang.

“Kerja obatnya pada bagian darah untuk mengaktifkan hormon insulin. Awalnya saya bingung karena tidak ada jurnal internasional yang mendukung asumsi pribadi saya.” ujarnya.

Setelah ayahnya rutin mengkonsumsi Kolagit selama 4,5 tahun, Bisman sembuh. Beberapa orang yang mengonsumsi Kolagit, baik di Sumut, Jakarta, hingga Arab Saudi, juga merasakan kesembuhan.

Kolagit diklaim menetralisir atau menurunkan kadar gula darah, memperbaiki dan memperjelas penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mengencangkan kulit, melancarkan pencernaan, sebagai asupan energi.

Untuk bisa mendapatkan Kolagit, pembeli harus memesan dahulu. Namun Gita belum berhasil mematenkan Kolagit temuannya. Beberapa kali upayanya gagal.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

19 + seven =