SHARE

95pltu-timika-ilustrasi

Satunegeri.com – Terbengkalainya proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Dusun Ujung Baru, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku dipertanyakan oleh Gubernur Maluku Said Assagaff.

Ia meminta Direksi PLN untuk segera menyelesaikan proyek tersebut, karena menurutnya Belum ada jaminan (dari PLN), kapan proyek itu akan segera diselesaikan.  Padahal Sesuai rencana, proyek pembangunan dua pembangkit masing-masing berkapasitas 15 megawatt di atas lahan seluas lebih kurang 22,8 hektar, itu sudah harus selesai pada 2012.

Ia mengkhawatirkan sebagian sistem pembangkit yang sudah dibangun akan mengalami kerusakan akibat terpapar uap air laut. Dengan begitu, akan menimbulkan perbaikan dalam skala besar dan membutuhkan anggaran yang banyak.

Karena itu, ia meminta PLN secepatnya mengupayakan untuk merampungkan proyek itu. Pembangunan PLTU Waai direncanakan untuk menyuplai kebutuhan listrik di Pulau Ambon, yang terdiri dari Kota Ambon dan tiga kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah, yakni Salahutu, Leihitu Barat, dan Leihitu.

Proyek yang ditangani perusahaan swasta nasional PT Saktimas Mulia dengan progres pekerjaan baru mencapai 76 persen. Dari anggaran proyek senilai lebih kurang Rp 800 miliar, setidaknya 71 persen dana sudah dicairkan dan diberikan kepada kontraktor.

Apa Komentar Kamu?