SHARE

Satunegeri.com – Sahl bin Abdullah at-Tustari rahimahullah mengatakan, *“Orang-orang yang cerdas memandang tentang hakikat ikhlas ternyata mereka tidak menemukan kesimpulan kecuali hal ini ; yaitu hendaklah gerakan dan diam yang dilakukan, yang tersembunyi maupun yang tampak, semuanya dipersembahkan untuk Allah ta’ala semata, Tidak dicampuri apa pun ; apakah itu ambisi pribadi, hawa nafsu, maupun perkara dunia.”* (lihat Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim, hal. 7-8)

Abu Utsman al-Maghribi rahimahullah berkata, *“Ikhlas adalah melupakan pandangan orang dengan senantiasa memperhatikan pandangan Allah. Barangsiapa yang menampilkan dirinya berhias dengan sesuatu yang tidak dimilikinya niscaya akan jatuh kedudukannya di mata Allah.”* (lihat Ta’thir al-Anfas min Hadits al-Ikhlas, hal. 86)

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, *“Dahulu dikatakan Bahwa seorang hamba akan senantiasa berada dalam kebaikan, selama jika dia berkata maka dia berkata karena Allah, dan apabila dia beramal maka dia pun beramal karena Allah.”* (lihat Ta’thir al-Anfas min Hadits al-Ikhlas, hal. 592)

Diriwayatkan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu pernah berkata, *“Amal yang salih adalah amalan yang kamu tidak menginginkan pujian dari siapapun atasnya kecuali dari Allah.”* (lihat al-Ikhlas wa an-Niyyah, hal. 35)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, *“Ketahuilah, bahwasanya keikhlasan seringkali terserang oleh penyakit ujub/merasa bangga dan hebat. Barangsiapa yang ujub dengan amalnya maka amalnya terhapus. Begitu pula orang yang menyombongkan diri dengan amalnya maka amalnya pun menjadi terhapus.”* (lihat Ta’thir al-Anfas, hal. 584)

Demikian, semoga Kita senantiasa mampu menjaga diri dan hati kita untuk *Ikhlas* dalam beramal sehingga tidak ada lain yg kita harapkan kecuali keridhoan Allah SWT.

Aamiin yaa robbal ‘aalamiin… 🙏🏻👳🏻‍♀

Apa Komentar Kamu?