SHARE

satunegeri.com – Saksi yang akan diperiksa dalam kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (3/1) ini, berjumlah enam orang, dan  diprediksi akan berlangsung hingga malam. “Bisa jadi sampai malam, semoga tidak seperti sidang Jessica. Kalau pun terlalu melelahkan, mungkin hanya sampai pukul 24.00,” kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Didik Wuryanto, Selasa (3/1).

Jaksa rencananya menghadirkan enam saksi dalam persidangan hari ini, yakni Habib Novel Chaidir Hasan, Habib Muchsin, Gus Joy Setiawan, Muhammad Burhanuddin, Syamsu Hilal dan Nandi Naksabandi.

Dalam sidang hari ini juga hakim melarang untuk media televisi menyiarkannya secara langsung. Media tetap diizinkan untuk mengambil gambar terlebih dulu saat sidang baru dibuka oleh majelis hakim. Tapi ketika saksi memberi keterangan, tidak boleh disiarkan secara langsung. “Memang undang-undang melarangnya,” ujarnya.

Didik menjelaskan, dalam proses persidangan, masing-masing saksi tidak diperkenankan saling berhubungan satu dengan yang lain sebelum memberikan keterangan. Dikhawatirkan keterangan saksi yang satu akan mempengaruhi saksi lainnya. Jika disiarkan secara langsung, apa yang diucapkan saksi saat memberikan keterangan dalam persidangan bisa diketahui oleh saksi lainnya.

Pengunjung yang bisa masuk ke dalam ruang persidangan pun dibatasi. Mereka yang diizinkan masuk harus memiliki kartu identitas berwarna kuning, yang dikalungkan di leher. Mereka juga harus melalui pemeriksaan berlapis dari kepolisian.

Sejumlah awak media pun nampak kecewa karena polisi hanya membolehkan beberapa wartawan untuk masuk ke ruang persidangan. Terlebih saat pintu kaca dirantai dan digembok, para wartawan langsung menyoraki para polisi yang berjaga di depan pintu.

Apa Komentar Kamu?