SHARE

medium_16garam-petani

Satunegeri.com – 2,3 juta ton kebutuhan garam industri Direktur Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha Kementerian Kelautan dan Perikanan, Riyanto Basuki, hampir seluruhnya dipenuhi melalui impor, sementara garam rakyat hanya memenuhi kebutuhan konsumsi yang berkisar 1,1 juta ton saja.

Padahal menurutnya, pada tahun 2012 lalu, sudah mencapai swasembada garam konsumsi dengan produksi garam nasional mencapai 2,4 juta ton atau sekitar 150% dari kebutuhan garam konsumsi.

Belum terpenuhinya standar produktivitas dan kualitas yang diinginkan oleh garam industri, menurut Riyanto menjadi alasan industri menolak menggunakan garam rakyat. Dimana  industri menganggap kualitas garam rakyat sangat rendah, berkisar antara KP 2 dan KP3, dengan kandungan natrium chlorida (NaCl) di bawah 97% dan kadar air di atas 7%.

Selalu dibandingkannya garam rakyat di lapangan (basis basah) dengan garam impor yang sudah memperoleh sentuhan pengolahan (basis kering), sehingga garam impor lebih baik dari segi kandungan NaCl, kadar air, dan cemaran logamnya. menurut Riyanto juga menjadi alasan yang lain.

upaya koorporatisasi petambak garam dalam usaha garam rakyat diharapkan bisa jadi solusi untuk mengejar ketertinggalan tersebut. “Karena nantinya petambak akan terlibat dalam rangkaian manajemen pengelolaan usaha dari sektor produksi sampai dengan pemasaran, yang tentu akan memperoleh nilai lebih baik dari sisi kuantitas, kualitas garam, maupun sektor penjualan,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa konsep tersebut akan dimulai dari konsolidasi petani garam dan sertifikasi lahan, penataan lahan garam dengan  menyediakanboussem atau waduk penampungan air dan pengolahan dan penjualan garam.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

20 + 12 =