SHARE

medium_38minyak-mentah2

Satunegeri.com РDalam rapat antara Komisi VII DPR RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), disepakati bahwa dalam draf RAPBN-P 2015, harga ICP  (Indonesia Crude Price) atau minyak mentah dipatok US$ 60 per barelnya.

Ketua Komisi VII DPR Kardaya Warnika, dalam keterangannya mengatakan melihat kondisi geopolitik, harga minyak dunia kemungkinan akan kembali naik. Karna ituDPR telah mengusulkan kepada pemerintah agar harga ICP di kisaran US$ 55-60 per barel. Karena ini cukup masuk akal untuk tahun 2015.

Selain itu untuk lifting minyak tahun ini juga telah disepakati, yaitu sebesar 825.000 barel per hari (Bph). Angka tersebut mengalami penurunan dari usulan semula sebesar 849.000 Bph.

Menurut Menteri ESDM, Sudirman Said, usulan lifting minyak sebesar 849.000 Bph tersebut merupakan hasil review dari rencana kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang dilakukan pada Desember 2014.

Dari angka tersebut, lifting terutama berasal dari sejumlah KKKS utama, antara lain Chevron Pasific Indonesia-Rokan (280.000 barel per hari), PT Pertamina EP (128.390 barel per hari) dan Total E&P Indonesie (62.679 barel per hari).

Dalam perkembangannya, tambahnya, harga minyak dunia ternyata semakin menurun dan banyak diantara KKKS yang kemudian mengubah keputusan rencana kerjanya, seperti menghentikan kegiatan, menunda atau mengevaluasi kembali.

Hal ini tentu berpengaruh pada target liftingnya. Berdasarkan perhitungan ulang, Pemerintah akhirnya mengubah asumsi lifting minyak menjadi 810.000 hingga 825.000 barel per hari yang kemudian akhirnya diputuskan sebesar 825.000 barel per hari.

Apa Komentar Kamu?