SHARE

medium_20hutang-ilustrasi

Satunegeri.com – Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan (Kemkeu), Robert Pakpahan, pemerintah saat ini tengah bernegosiasi dengan Bank Dunia dan ADB agar masing-masing lembaga tersebut dapat memberikan tambahan pinjaman sebesar Rp 500 miliar.  “Itu sedang dibicarakan, tapi lebih ke program loan yang tunai,” ujar Robert seperti dikutip Kontan.

Tambahan pinjaman dari Bank Dunia dan ADB tersebut menurut Robert rencananya akan  dipakai untuk pembenahan program subsidi bahan bakar minyak (BBM) bermekanisme tetap.

Di kesempatan terpisah, Direktur Strategi dan Portofolio Utang Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kemkeu, Ayu Sukorini menjelaskan bahwa Bank Dunia dan ADB meminta commiment charged atas tambahan pinjaman itu masing-masing sebesar 0,6% dan 0,7% dari total utang. Kedua  pembiayaan tambahan itu bertenor 18 tahun.

Sebelumnya dalam Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2015, pemerintah memperbesar porsi penerbitan surat utang sebanyak Rp 29 triliun. Penerbitan utang secara keseluruhan (gross) pun naik dari Rp 431 triliun menjadi Rp 460 triliun.

Apa Komentar Kamu?