SHARE

image-satunegeri

satunegeri.com – Sistem pertanian tradisional Indonesia sedang di usahakan oleh pemerintah Indonesia untuk menjadi  salah satu warisan penting sistem pertanian global (Globally Important Agricultural Heritage System/GIAHS). Hal itu dikatakan oleh Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Kesra Pamuji Lestari.

Menurutnya ada lima wilayah yang sedang dijajaki dengan segala potensinya, yaitu Karangasem (Bali), Samarinda (Kaltim), Kulonprogo (Yogyakarta), Lampung, Makassar (Sulsel).

Nantinya, Kelima wilayah tersebut akan didiskusikan kembali dengan kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Pertanian, Perikananan dan Kelautan serta Kementerian Kehutanan."Siapa tahu mereka memiliki masukan atau wilayah lain yang juga berpotensi sistem agrikulturnya, dijadikan warisan dunia," katanya.

Usaha tersebut menurut Pamuji dilakukan untuk  mendorong pembangunan agrikultur yang ramah lingkungan, sesuai potensi daerahnya, sekaligus menjamin terwujudnya ketahanan pangan nasional dan juga dunia.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) dengan 185 negara anggota kini telah menetapkan 26 negara yang telah berhasil menjadikan sistem pertanian sebagai warisan penting dunia, termasuk Jepang dan China.

Indonesia kini menjadi salah satu dari 14 negara berpotensi untuk ditetapkan sebagai negara dengan sistem agrikultur yang penting sebagai warisan dunia.

GIAHS mempromosikan pemahaman publik, kesadaran, pengakuan nasional dan internasional tentang warisan sistem pertanian sekaligus menjaga nilai sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.

Dengan inisiatif GIAHS, semua pemangku kepentingan juga dituntut untuk menumbuhkan pendekatan terpadu antara sistem agrikultur berkelanjutan dengan pembangunan pedesaan, kampung nelayan, sesuai potensi, nilai sosial budaya ekonomi masing-masing daerah dan ramah lingkungan serta produk yang dihasilkan tidak saja berdaya guna bagi masyarakat setempat tetapi juga penting bagi dunia

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

17 − five =