SHARE

d7f77483-5981-4b9a-8b5a-d7683a231e67_169

 

satunegeri.com – Hari ini (14/03/2016) realisasi dari komitmen pemerintah Republik Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti memimpin langsung penenggalaman sebuah kapal penangkap ikan bernama FV. Viking yang berukuran 1.322 GT.

Kapal ini merupakan kapal yang tanpa kebangsaan (stateless vessel) yang telah lama melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di berbagai belahan dunia. Oleh Regional Fisheries Management Organization (RFMO) Samudera Antartika Selatan bernama Commission for the Conservation of Antarctic Marine Living Resources (CCAMLR), kapal ini dikategorikan sebagai kapal pelaku illegal fishing.

Susi Pujiastuti mengatakan Kapal FV. Viking ditangkap pada tanggal 26 Februari 2016 di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, 12,7 mil dari Tanjung Uban, Bintan, Provinsi Riau. Kapal ini masuk ke Indonesia tanpa melaksanakan kewajiban pelaporan identitas dan data pelayaran sebagaimana diatur dalam Pasal 193 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (“UU Pelayaran”) dan Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian. AIS kapal FV. Viking dalam kondisi tidak hidup pada saat masuk ke dalam wilayah Indonesia.

“Indonesia akan menjadi tempat peristirahatan terakhir kapal FV. Viking. Penenggelaman kapal FV. Viking merupakan kontribusi pemerintah Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia dalam memberantas illegal fishing.”

FV. Viking akan ditenggalamkan di perairan lepas pantai Pangandaran.

Apa Komentar Kamu?