SHARE

medium_24nelayan

Satunegeri.com – Untuk memaksimalkanĀ  hasil tangkapan nelayan lokal di berbagai daerah di Tanah Air, Industri pengolahan ikan yang selama ini masih menggantungkan kebutuhan bahan baku perikanan impor mesti dialihkan kepada nelayan lokal.

Dalam acara Orasi Kebangsaan dan Dialog Kelautan di Gedung Joeang 45, Jakarta, Selasa(27/1), Rokhmin mengatakan bahwa hal tersebut penting agar supply chain (rantai pasokan) dalam industrialisasi sektor kelautan dan perikanan domestik terjaga serta meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional agar tidak miskin.

Selain itu, hal tersebut juga dapat menambah lapangan pekerjaan mengingat di dalam negeri diperkirakan masih terdapat pengangguran sekitar 8 juta orang. Apalagi menurutnya industri pengolahan komoditas perikanan di berbagai lokasi selalu ditemui unit pengolahan yang kekurangan bahan baku.

Sebelumnya, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak industri perikanan di Indonesia mematuhi aturan untuk membangun Unit Pengolahan Ikan (UPI) guna menampung hasil tangkapan nelayan

Ketua Dewan Pembina KNTI M Riza Damanik, mengatakan bahwa tingkat kepatuhan perusahaan ikan membangun Unit Pengolahan Ikan (UPI) sangat rendah.

Dari lebih 1.000 kapal eks-asing yang mendapat Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan beroperasi di 2014, ujar dia, hanya terbangun sebanyak 33 UPI, padahal, Indonesia dinilai berpeluang membangun sedikitnya 150 UPI.

Riza juga mengingatkan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri tentang Usaha Perikanan Tangkap disebutkan bahwa salah-satu syarat untuk memiliki SIUP antara lain kesanggupan membangun atau memiliki UPI atau bermitra dengan UPI yang telah memiliki Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) bagi usaha perikanan tangkap terpadu.

Apa Komentar Kamu?