SHARE

image-satunegeriSatuNegeri.com – Dengan harga minyak mentah dunia yang cenderung meroket, APBN semakin tergerus untuk membeli minyak dari negara-negara eksportir. Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo, tidak sependapat dengan adanya penambahan kilang baru, karena banyak sumber energi lain yang masih bisa dikembangkan daripada energi fosil yang semakin menurun cadangannya.

"Kalau saya tidak setuju apabila kilang ditambah. Kalau bisa justru energi lain yang harus dikembangkan, apakah itu air, angin dan panas bumi," katanya saat ditemui di kantor ESDM, Jakarta Kamis.

Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh dibandingkan dengan penggunaan energi fosil. Karena itu investasi untuk kilang sebaiknya dialihkan saja untuk pengembangan energi terbarukan tersebut.

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, M Said Didu juga mengatakan, setidaknya ada lima hal untuk membangun ketahanan energi nasional.

Kelima hal tersebut antara lain cabut subsidi BBM agar energi alternatif berkembang, segera tetapkan rencana pasti pembangunan pembangkit listrik bahan baku nuklir, hindari pengalihan penggunaan sumber pangan untuk energi, selesaikan regulasi invenstasi energi terbarukan, dan gelorakan terus gerakan hemat energi.

Untuk Indonesia, kilang yang usianya paling muda dan dapat memberikan keuntungan adalah Balongan yang dibangun tahun 1994.

Sementara untuk kilang-kilang lainnya, keuntungannya sangat kecil karena telah berumur tua lantaran dibangun tahun 70-an.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

15 − 8 =