SHARE

medium_20blok-mahakam212

Satunegeri.com – Dengan akan berakhirnya Pengelolaan Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, oleh perusahaan Total Indonesie (Prancis) dan Inpex Corp (Jepang), pemerintah Provinsi Kalimantan Timur saat ini sudah menunjuk perusahaan daerah PT Yudhistia Bumi Energi, sedangkan Pemerintah Kabupaten Kukar mempercayakan pada perusahaan daerah PT Migas Mandiri Pratama. Dimana keduanya ditunjuk untuk ikut mengelola bagian participating interest (PI) 10 persen yang merupakan jatah untuk daerah.

Namun Organisasi Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur mempertanyakan transparansi penunjukan kedua perusahaan daerah itu. Menurut Dinamisator Jatam Kalimantan Timur di Balikpapan, Merah Johansyah, mengatakan bahwa menurut informasi yang didapat, mereka hanya sebagai broker alias makelar dari lembaga keuangan asing yaitu Morgan Stanley,

Selain itu kedua perusahaan daerah itu terbilang baru dalam bisnis migas di Indonesia. Keduanya diyakini tidak punya modal maupun sumber daya manusia yang kompeten dalam pengelolaan migas.

Dia khawatir PI Blok Mahakam nantinya berakhir seperti halnya kasus di Blok Cepu di Jawa Timur dan divestasi saham Newmont. Sejumlah kasus PI sumber daya alam di daerah akhirnya dikuasai perusahaan asing tanpa melibatkan rakyat.

Karena itu ia menuntut pemerintah daerah menjelaskan kembali parameter penunjukan PT Yudhistira Bumi Energi dan PT Migas Mandiri Pratama. Masyarakat Kalimantan Timur dan Kutai Kartanegara, katanya, harus mendapatkan penjelasan secara utuh soal rencana pengelolaan hak PI Blok Mahakam.

Apa Komentar Kamu?