SHARE

Satunegeri.com – Jepang menjajaki potensi investasi di sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air, terutama untuk industri hilir. Sabang, Natuna, dan Morotai menjadi lokasi yang dibahas dalam penjajakan investasi yang dilakukan oleh Negeri Sakura tersebut. Selama ini, Jepang telah menjadi pasar utama bagi ikan dan produk perikanan asal Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menemui wartawan di kediamannya di Jakarta, Jumat (9/12). Pemerintah Indonesia dalam hal ini diwakili Menteri Susi bersama jajaran Eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Tanizaki Yasuaki di Jakarta, Kamis (8/12) malam.

“Diharapkan, investasi di sektor kelautan dan perikanan Indonesia, baik untuk sarana prasarana, maupun pengolahan, semakin banyak masuk ke Indonesia,” kata Menteri Susi.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo mengatakan, selama ini Jepang menjadi pasar utama ikan dan produk perikanan Indonesia.

“Jepang adalah pionir teknologi perikanan, baik untuk perikanan tangkap maupun budidaya. Mereka selama ini menjadi buyer. Karena sebagai buyer, mereka juga langsung melakukan quality control ke perusahaan di Indonesia yang menjadi pemasok mereka,” kata Nilanto.

Lebih jauh Susi menyatakan, Pemerintah Indonesia mendorong tumbuhnya investasi di subsektor budidaya dan hilir perikanan, serta infrastruktur kelautan. Saat ini, ada investor asal Jepang yang berminat masuk ke subsektor budidaya tuna, pun dari Norwegia yang menghendaki investasi budidaya ikan kakap putih dan kerapu.

“Selain mereka, ada beberapa investor yang sudah ngobrol mau investasi di pengolahan, termasuk pengusaha dari Maroko dan Turki,” jelas Susi.

Apa Komentar Kamu?