SHARE

image-satunegeriSatuNegeri.com – Menteri ESDM Jero Wacik akhirnya menyetujui menandatangani surat percepatan realisasi pengiriman gas ke Singapura sebanyak 40 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).  pertukaran (swap) pasokan gas sebesar 100 juta kaki kubik per hari (mmscfd) ke Singapura dan 40 mmscfd ke PT PLN (Persero).

“Pagi ini saya telah membuat keputusan penting tentang persetujuan pengiriman gas dari gajah baru ke Singapura dan penggantinya (swap) dari Sumatera ke Jawa Barat,” kata Jero Wacik saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (26/10).

Dengan ada kesepakatan tersebut, jero Wacik berharap pemerintah akan terhindar dari kewajiban pembayaran penalty sebesar Rp 5 miliar per hari mulai 1 Oktober lalu. "Kalau dibiarkan mengambang kepastian pasokan ini, maka kita akan kena denda oleh pembeli gas Singapura,” lanjutnya.

Apabila gas tersebut sudah dialirkan ke Singapura, pemerintah berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp 15 miliar per hari atau Rp 5,4 triliun per tahun dengan harga jual yang ditawarkan sebesar US$ 17 per juta british thermal unit (MMBTU).

Pemerintah terikat kontrak dengan Singapura untuk memasok gas selama 17 tahun. Sumber gas berasal dari Blok Koridor milik Conoco Philips sekitar 300 juta kaki kubik per hari dan Lapangan Gajah Baru yang dikelola oleh Premiere Oil dengan rencana semula sebanyak 100 juta kaki kubik per hari. Pertukaran gas harus dilakukan karena pemerintah juga harus menambah pasokan gas untuk menyalakan pembangkit listrik milik PLN yang berada di Jawa Barat.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

20 + sixteen =