SHARE

Satunegeri.com – Pasca kunjungannya ke China, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah akan menghentikan ekspor bahan mentah ke sejumlah negara.

“Kami tidak ingin ekspor bahan mentah. Karena sudah lama ekspor bahan mentah. Minyak bumi, kayu juga kita ekspor gelonggongannya dan kemarin-kemarin baru baranya yang kita ekspor. Ini adalah sebuah kekeliruan yang ingin kita ubah,” kata Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2015).

Dan saat ekspor bahan mentah dihentikan, maka ekspor bahan jadi atau setengah jadi akan dimulai.

“Kita ingin investasi itu nantinya berorientasi ke ekspor dari bahan mentah ke bahan jadi atau setengah jadi. Oleh sebab itu di Jepang yang pertama kami menyampaikan itu. Akan datang, investasi-investasi dari Jepang baik yang berupa industri perikanan dan industri lain yang berorintasi pada ekspor,” ucap Jokowi.

Sebelumnya larangan ekspor barang mentah telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Contohnya adalah dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara mengamanatkan kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah juga telah melarang ekspor kayu gelondongan. Aturan pelarangan ekspor kayu gelondongan tersebut tertuang dalam peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 20/M-DAG/PER/5/2008 tentang ketentuan ekspor produk industri kehutanan.

Apa Komentar Kamu?