SHARE

jokowi ahok

satunegeri.com – Presiden Joko Widodo memimpin sidang paripurna ketiga Dewan Energi Nasional (DEN) di kantornya. Paripurna ini terkait penetapan rencana umum energi nasional (RUEN), penambahan anggota DEN, dan isu strategis lainnya.

“RUEN merupakan arah dan peta jalan pembangunan energi sampai tahun 2050,” kata Jokowi, dalam sambutannya.

Untuk itu, Jokowi meminta, agar perencanaan dan pembangunan nasional di sektor energi dilakukan lebih komprehensif dan memiliki visi jangka panjang. “Dan harus menjadi pedoman bagi Pemerintah Pusat, Pemda, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan stakeholder bersinergi melaksanakan komitmen pembangunan energi kita ke depan,” ujarnya.

Jokowi meminta, RUEN dapat menjawab permasalahan energi saat ini. Juga mengambil langkah antisipasi terkait perkembangan energi global. “Rendahnya harga minyak dunia harus menjadi momentum untuk melaksanakan dua hal secara bersama, yang pertama menjadikan peluang untuk memperbaiki tata kelola sektor energi kita, sektor migas dari hulu sampai hilir,” ujarnya menjelaskan.

Untuk yang kedua, menurut Jokowi, rendahnya harga minyak juga bisa membangun kedaulatan energi Indonesia. Yakni, sebagai cadangan penyangga untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. “Kita juga tidak bisa lagi menunda-nunda program energi baru terbarukan dan pengembangan energi baru terbarukan harus dipercepat lima kali lipat agar bauran energi baru terbarukan mencapai 23 persen,” ujarnya menambahkan.

Untuk mencapai target itu, Jokowi menegaskan seluruh jajarannya agar tidak boleh ada lagi ego sektoral. Sebab, pengembangan energi baru terbarukan merupakan komitmen bersama. “Komitmen nasional kita. Saya minta RUEN harus mendorong secara agresif pengembangan energi bersih dan konservasi energi.”