SHARE

Satunegeri.com — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan kasus Kota Waringin Barat adalah kasus lama yang terlunta-lunta.

“Ini bisa saja bagian serangan politik,” katanya. Mahfud MD mengatakan jika dalam persidangan, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto memberikan keterangan di bawah sumpah.

“Itu palsu tidak palsu yang jelas keterangan Bambang di bawah sumpah, jadi saya anggap keterangan itu benar,” kata Mahfud saat dihubungi Jumat (23/1).

Menurut Mahfud, kasus sengketa Pilkada Kota Waringin Barat salah satu kasus yang terlunta-lunda di MK. Namun, mengenai penangkapan yang dilakukan oleh Bareskrim, Mahfud hanya bisa menunggu prosesnya seperti apa.

“Kita tunggu, saya tidak mau menanggapi itu, silahkan tunggu karena ini proses hukum,” tegasnya.

Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar dalam keterangannya saat menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pernah mengemukakan adanya upaya Bambang meminta tolong untuk memenangkan sengketa pilkada tersebut.

Sebelum menjadi KPK, Bambang adalah seorang lawyer. Namun saat berprofesi advokat itulah, dia sempat ramai diperbincangkan terkait kasus saksi palsu dalam sidang perselisihan hasil Pemilukada Kotawaringin Barat di MK tahun 2011. Kala itu, 68 saksi diduga memberikan kesaksian palsu berdasarkan arahan dari Bambang Widjojanto yang menjadi pengacara salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati incumbent Ujang Iskandar-Bambang Purwanto.

Keterangan yang disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Ronny F Sompie, Bambang ditangkap penyidik Bareskrim untuk dimintai keterangan atas kasus saksi palsu atas sengketa pemilu kada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Sebelumnya Polri mengungkapkan bahwa ada bukti keterlibatan Bambang dalam Sengketa Pilkada Kotawaringin. Bahkan, Bambang Widjojanto terancam hukuman tujuh tahun bui.

Apa Komentar Kamu?