SHARE

Satunegeri.com – Wacana Indonesia untuk masuk kembali dalam keanggotaan Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak Dunia (OPEC) ditanggapi positif oleh pengamat energi Marwan Batubara, menurutnya dengan menjadi anggota OPEC, Indonesia bisa mendapat kemudahan dan melakukan kerjasama dagang dengan pelaku utama pasar minyak dunia.”Sesama anggota kita berharap bisa dapat harga yang lebih baik. Dan sesama temen kan saling bantu. Juga soal keamanan pasokan,” jelas Marwan.

Namun jika pemerintah hanya sekedar puas dengan titel sebagai angggota OPEC tanpa mamanfaatkan posisi tersebut, maka manfaat tersebut tidak akan dirasakan langsung. Karena itu pemerintahan Jokowi untuk bisa meningkatkan kerjasama G to G dengan negara penghasil minyak. Dengan demikian maka Indonesia bisa mendapat keuntungan, misalnya harga minyak yang lebih murah.

“Kalau perlu Jokowi ketemu langsung dengan raja saudi dengan Menteri dan dirut pertamina dan dirut diaudit aramco. Tidak sekedar basa basi tingkat atas tapi juga pembelian jangka panjang,” ujar Marwan.

Karena selama ini Marwan melihat bahwa perdagangan minyak sering kali trading. Dengan mekanisme g to g, maka keberadaan Indonesia dalam OPEC bisa dikatakan bermanfaat.

“Dan itu harus dioptimalkan. Harus sejalan. Dengan kebijakan dalam pengadaan minyak mentah dan BBM yang selama ini mungkin bicaranya membeli banyak dengan trading, dengan kita gabung di OPEC saya berharap kita beli harus ditingkatkan melalui pembelian G to G. Soalnya lalu kita anggota opec tapi masih lewat trader ya sama saja,” lanjutnya.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menyebut bahwa Indonesia ditawari oleh OPEC untuk aktif kembali di organisasi tersebut.

“Sebetulnya, kami sudah ditawari untuk aktif karena Indonesia memang negara penting, meskipun kami bukan net exporter. OPEC yang menawari,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, di Kementerian ESDM, Jakarta.

Memang, kata Sudirman, produksi minyak Indonesia semakin menipis. Meskipun demikian, Indonesia masih dianggap masih bisa menjadi untuk menjadi bagian OPEC.

“Indonesia bisa menjadi observer, bisa jadi pengamat. Tapi, kami hadir dalam meeting-meeting mereka. Awal-awal sebagai peninjau. Ini kita juga diundang. Yang paling penting adalah bagaimana kita interaksi dengan market,” kata dia.

be69e06d-bbaf-4498-97aa-2da7647591bf

Apa Komentar Kamu?