SHARE

medium_32bbmsubsidi2

Satunegeri.com – Menanggapi penghapusan subsidi BBM yang dilakukan pemerintah, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies(IRESS), Marwan Batubara, mengatakan bahwa sepanjang pemerintah belum memiliki sistem subsidi langsung kepada yang tidak mampu secara obyektif dan dapat dipercaya, harus tetap ada subsidi yang diberikan pemerintah.

“Akan terasa ketika harga minyak tinggi, misalnya ketika harganya mencapai 80 dolar per barrel,” katanya. Karena itu pola subsidi langsung untuk BBM harus tetap ada, dan tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan yang lainnya.

Namun ia mengindikasikan yang kebijakan yang diambil saat ini hanyalah sebagai pencitraan politik, “Kalau soal pola floating setiap bulan ini masih kita maklumi, tapi pencabutan subsidi belum tepat,” ujarnya.

Harusnya, pencabutan subsidi dilakukan namun ada pengecualian yakni bagi orang-orang yang tidak mampu termasuk untuk sektor transportasi dan angkutan barang yang menggunakan premium.

Apa Komentar Kamu?