SHARE

93kopitambah

Satunegeri.com – Kekeringan yang melanda Brazil, justru menjadi keuntungan bagi industri kopi dalam negeri. Karena kondisi tersebut membuat jumlah kopi yang beredar tidak sebanyak sebelumnya, dan harga kopi di pasar global terdongrak.

Tren kenaikan harga kopi saat ini menurut Ketua Kompartemen Industri dan Spesialti Kopi Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto,  akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

Kondisi ini menurutnya akan membuat harga kopi asal Nusantara jenis Arabika dan kopi Robusta berada di atas angin. Bahkan harga kedua jenis kopi andalan Indonesia tersebut lebih tinggi bila dibandingkan harga kopi yang sama di pasar gobal.

Saat ini, harga kopi Robusta dari bulan Desember ke Januari mengalami kenaikan harga sekitar US$ 100 per ton. Sementara kopi Arabica mengalami kenaikan sebesar 0,10 cents per lbs atau 23 cents per kg. Jadi sekarang Robusta sekitar US$ 1.900 per ton dan Arabica US$ 4,10 per kg

Presiden Direktur PT Indokom Citra Persada, Saimi Saleh, mengatakan bahwa kekeringan di Brazil belum membawa efek yang begitu besar bagi peningkatan produk ekspor kopi dalam negeri. Sejauh ini, produksi kopi dalam negeri juga tidak begitu menjanjikan akibat ketidakpastian pasar ekspor.

Negara-negara produsen kopi yang menjadi tujuan eksportir masih belum pulih dari krisis.kenaikan harga kopi itu harusnya bisa lebih tinggi lagi bila perekonomian negara-negara tujuan ekspor sudah membaik.

Apa Komentar Kamu?