SHARE

Satunegeri.com – Setelah menderita sakit yang parah, mantan Perdana Menteri Singapura, Lee Kuan Yew tutup usia di usianya yang telah menginjak 91 tahun. Kematian tersebut tidak hanya meninggalkan duka bagi sanak keluarga, tapi bagi seluruh rakyat Singapura.

Untuk menghormati kepergian Lee Kuan Yew, Pemerintah Singapura resmi mengumumkan Singapura berduka selama tujuh hari hingga 29 Maret 2015. Gedung-gedung pemerintahan akan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol penghormatan terhadap Bapak Singapura itu.

Pemerintah Singapura juga memberikan waktu lima hari bagi warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk Lee. Jenazah Lee akan diletakkan di Gedung Parlemen Singapura dari hari Rabu hingga Sabtu mendatang.

enazah Lee Kwan Yew akan dimakamkan secara resmi pada Minggu, 29 Maret mendatang di University Cultural Center. Pemakaman akan mengundang tak hanya kerabat, pejabat negara, dan undangan tapi terbuka bagi siapa saja yang ingin menghadiri.

Lee Kuan Yew, negarawan yang mengubah Singapura dari kota pelabuhan kecil menjadi salah satu negara terkuat di Asia. Ia menjabat sebagai perdana menteri negara kota itu selama 31 tahun, dan terus bekerja di pemerintahan hingga 2011.

Selain dihormati sebagai arsitek kemakmuran Singapura, Lee juga dikritik karena gaya kepemimpinannya yang bertangan besi. Di bawah kepemimpinannya, kebebasan berbicara dibatasi dan lawan politik menjadi sasaran oleh pengadilan.

Apa Komentar Kamu?