SHARE

teknologi

Perkenankan saya menjelaskan tentang Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan apa yang saya lakukan di Kementerian ini.

Tugas Kemenkominfo adalah mendukung Kementerian lain yang terkait terkait untuk merealisasikan 7 Fokus Pembangunan Indonesia yang telah ditetapkan Pemerintah. Cakupan bidang utama yang ada di bawah tata kelola Kemenkominfo adalah sebagai berikut: telekomunikasi, penyelenggaraan Internet dan penyiaran.

Agenda prioritas pada 100 hari pertama pemerintahan Jokowi-JK ini adalah bidang Telekomunikasi yang terdiri dari:

  1. Akselerasi Implementasi Broadband/4G untuk menjawab kebutuhan internet cepat;
  2. Mendorong efisiensi industri, dan
  3. Menyederhanakan proses perizinan.

Untuk mencapai poin pertama bidang Telekomunikasi, Kemenkominfo telah mengimplementasikan teknologi 4G di pita 900 Mhz pada bulan Desember 2014 yang lalu. Refarming pita 1800 Mhz akan mulai dilakukan pada kuartal pertama tahun 2015 ini sedangkan refarming 2,1 Ghz pada semester dua 2015. Secara bersamaan kami mendorong kemampuan nasional dalam membangun industry telepon selular (ponsel) 4G.

Terkait dengan efisiensi industri telekomunikasi, dilakukan dengan cara mendorong pemanfaatan infrastruktur secara bersama, sampai konsolidasi industri.

Selanjutnya prioritas dalam bidang penyelenggaraan internet adalah:

  1. Cyber security and governance;
  2. E-government, serta
  3. E-commerce.

Penyelenggaraan cyber security prioritasnya adalah mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada dengan menerapkan proses bisnis dan efisiensi. Lalu dalam hal governance,filosofinya regulator bukan sebagai penentu dan pengawas yang paling tahu. Stakeholder dan komunitas harus dilibatkan dalam proses implementasi. Kemenkominfo sendiri terbuka terhadap usulan partisipasi publik dengan membentuk panel yang mewakili stakeholder- tokoh masyarakat, panel ahli masing-masing bidang (SARA, pornografi, dan lain-lain). Untuk e-governance fokus utama saat ini adalah mendorong proses integrasi sistem antar Kementerian/Lembaga serta membuat standarisasi.

Integrasi ini bisa menghemat anggaran hingga triliunan rupiah. Selain itu, integrasi database (basis data) menjadi kunci penyelenggaraan e-government yang efisien. Untuk penyelenggaraan e-commerce, kami fokus pada pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK); ekosistem e-commerce (perdagangan, sumber daya manusia, investasi, dll) yang mumpuni. Terkait dengan SDM, sangat penting membangun SDM (talent) dengan kompetensi, baik sebagai startup entrepreneur, ataupun SDM di ekosistem e-commerce ini.

Demi menstimulasi pembangunan ekosistem e-commerce, kami akan galang pool of capital dengan target dana terkumpul sebesar 1 miliar UUSD yang didukung pengusaha Indonesia. Dana tersebut akan dikelola secara profesional dengan good governance oleh venture capital yang ditunjuk bersama-sama. Insentif bagi investor yang berpartisipasi dalam pool of capital ini akan digodog berbasis win-win.

Sementara itu, reformasi internal juga sudah dilakukan Kemenkominfo mulai dari perubahan pola piker dan pola kerja; pergeseran dari rezim perizinan menjadi lebih berorientasi pada rezim pelayanan dan pendekatan satu arah menjadi pendekatan partisipasi publik. Reformasi perizinan sendiri mencakup 3 elemen utama yaitu (1) percepatan waktu/proses; (2) penyederhanaan jenis dan (3) penyederhanaan otoritas. Reformasi internal ini sudah menghasilkan beberapa capaian. Salah satunya adalah perizinan yang rata-rata lama pengurusannya 14-60 hari kerja telah dipotong menjadi 3-21 hari kerja saja.

Rudiantara
Menteri Komunikasi dan Informasi RI

Apa Komentar Kamu?