SHARE

image-satunegeri

SatuNegeri.com – Kebijakan pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) mulai 1 Januari 2013, dinilai oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon akan membuat beban ekonomi masyarakat semakin berat.

Jika tujuannya menekan angka subsidi listrik, kebijakan tersebut sulit diterima, sebab menurutnya efek domino kebijakan ini banyak sekali, seperti harga kebutuhan barang rumah tangga yang naik.

Selain itu, kalangan industri dipastikan akan meningkatkan harga jual karena biaya produksi juga meningkat. "Jika pasar tidak bisa menerima produk dengan harga tinggi, konsekuensinya banyak pekerja yang dirumahkan, sebagai langkah efisiensi," kata dia.

Dia berpendapat untuk mengatasi efisiensi, harus dimulai dari tubuh pemerintah yakni Kementerian ESDM dan Perusahaan Listrik Negara. Berdasarkan data BPK pada 2012, inefisiensi PLN mencapai Rp867 miliar dan Rp37,6 triliun pada 2011.

"Belum lagi kontrol PLN terhadap pencurian listrik yang bisa merugikan lebih dari Rp15 miliar yang ditambah dengan potensi kerugian akibat korupsi di tubuh PLN sendiri," katanya.

Evaluasi juga harus dilakukan terhadap Kementerian ESDM yang hanya menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012 sebesar 10 persen, yaitu Rp1,752 triliun dari Rp16,286 triliun.
 

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

5 − two =