SHARE

ahok yusril

Kok Yusril bilang ahok seperti Malin kundang? Tanya seorang kawan ketika membaca statement Yusril di media.

Saya jawab dengan pertanyaan, apa salah Megawati dan Prabowo sama Ahok? Apakah mereka ingin menghancurkan karir ahok?

Dia tanya apa hubungannya Yusril yang PBB dengan Megawati yang PDIP dan Prabowo yang Gerindra? Apa Yusril mau menjilat mereka?

Saya jawab, apa hubungannya Yusril yang PBB membela Golkar jauh sebelum soal Pilkada DKI ini? Diam saja dia tidak bantu Golkar, ada yg mau bayar.

Ingat, Yusril lah pada zaman BJ. Habibie yang menyusun RUU Partai Politik sesuai dengan UUD45, dimana Demokrasi tetap gunakan Partai.

Beliau menjaga dari awal dan terlibat dalam penyelesaian konflik-konflik partai politik dari zaman reformasi hingga sekarang.

Kenapa tidak dari dulu anda menuduh Yusril menjilat partai-partai? Kalau mau, Yusril mungkin sudah berlabuh di Golkar atau PDIP.

Dari zaman Soeharto Yusril diajak gabung ke Golkar. Bukan hal yang sulit bagi Yusril untuk dapat posisi bagus di Golkar saat itu.

Dia dekat dan dipercaya oleh Soeharto dan dekat dengan para petinggi Golkar. Yusril juga tokoh yang disegani di Istana.

Pak harto mau dengar apa yang Yusril katakan. Sepahit apapun itu Yusril tidak pernah menyenang-nyenangkan pak harto.

Tapi Yusril tetap tidak mau masuk ke Golkar. Begitupun setelah zaman Reformasi. Yusril tetap setia dengan PBB, walau PBB tidak “Besar”

Jadi kesetiaan Yusril menjaga Demokrasi ditunjukkan dengan kesetiaannya pada PBB. Walau ada yang sayangkan kenapa Yusril masih di PBB.

Jokowi berkali-kali mendatangi Yusril menawarkan posisi menteri karena Yusril dianggap objektif dan mumpuni, tapi berkali-kali ditolak secara halus.

Padahal PBB saat itu bukan ke kubu Jokowi, dan PBB tidak punya kursi di DPR, tapi Jokowi berkali-kali datang menawarkan kursi menteri

Apakah anda masih berfikir bahwa Yusril saat ini sedang menjilat Megawati dan Prabowo hanya soal Jabatan Gubernur DKI?

Yusril awalnya tidak ingin maju dalam Pilkada DKI, tapi ada hal besar yang harus dibenahi di DKI, karena ini pintu masuk oknum yg akan merampok negeri ini

Itu dari sisi menjaga Demokrasi dan konstitusi. Dan hal ini bukan hanya kali ini dilakukan Yusril, tapi sejak zaman reformasi Yusril menjaga hal ini.

Yusril mengatakan tidak dapat membayangkan Demokrasi tanpa Partai Politik. Apalagi ini jelas perintah dari UUD45.

Dari sisi lain bagaimana hubungan Yusril dengan Megawati dan Prabowo secara pribadi? Mereka itu kenal dan bersahabat dari zaman dulu.

Yusril bisa saja menelpon Megawati dan Prabowo secara langsung. Yusril itu seperti adik mereka berdua. Ada historis mereka dulu.

Walau sudah bertemu Prabowo untuk membahas Pilkada, Yusril tetap ikuti aturan Partai Gerindra, ikuti mekanisme partai Gerindra.

Begitupun dengan Megawati, walau yang menentukan Megawati, tetap saja Yusril mengikuti mekanisme PDIP. Ambil formulir..

Beberapa orang melecehkan cara Yusril, ada yg bilang memalukan. Tapi Yusril tidak peduli, dia wajib ikuti mekanisme Partai.

Jangankan mekanisme Partai lain, mekanisme di PBB, partai yang beliau pimpin beliau patuhi. Jadi Yusril menjaga kesakralan Partai Politik.

Bukan mentang-mentang dekat dengan mereka dan Yusril Ketua Partai, lalu Yusril melangkahi aturan main, apalagi aturan main partai lain.

Kurang dekat bagaimana Yusril dengan Megawati dan Taufik kiemas? Yusril itu menterinya Mega dan sahabat Mega dari dulu.

Bagaimana tidak, kondisi keuangan Negara pasca Reformasi Jeblok! Yusril dan Megawati berjibaku saat itu menormalkan ekonomi Indonesia.

Kebijakan menaikkan ekonomi itu sangat bersentuhan dengan hukum, sistem dan aturan, juga membuat terobosan-terobosan kebijakan.

Semua itu harus ada dasar hukumnya, tidak boleh merugikan juga tidak boleh tabrakan dengan aturan dan kebijakan yang lain.

Mereka melewati itu.. Yusril dan Megawati berhasil membuat, merancang dan membangkitkan ekonomi dengan mulus saat itu.

Jadi tidak heran jika Taufik Kiemas dan Megawati anggap Yusril seperti adiknya. Karena historisnya begitu Indah, mampu bangkitkan ekonomi Indonesia!

Dan masih banyak lagi kalau mau diceritakan bagaimana lika-liku perjuangan kakak adik ini. Silahkan tanya sama Mega, Prabowo dan Yusril..

Kembali soal Malin Kundang, apakah anda masih bertanya kenapa Yusril mengatakan itu? Tanya saya..

Tidakkah anda melihat pola Ahok ini akan mengancam Demokrasi? Pola ahok ajarkan kita untuk berkhianat dan menghajar orang tua yang tidak bersalah?

Dengan partai itulah kita dapat mengelompokkan segala aliran, kehendak dan aspirasi dalam masyarakat kita yang majemuk

Ahok Mendikte Megawati dan PDIP yang jadikan dia Gubernur? Megawati malah keluarkan uang Pribadinya bantu ahok berjuang di Jakarta..

Ahok mendikte partai agar mengikuti kemauannya. Merasa besar kepala seolah-olah tanpa dia PDIP tidak akan besar.

Ini tidak bisa dibiarkan, karena akan menjadi contoh berdemokrasi yang salah. Bisa jadi nanti PBB, Gerindra dan sebagainya diatur seenaknya oleh calon.

Padahal ada mekanisme dan aturan didalam partai. Lalu dengan seenaknya PDIP diultimatum ahok untuk segera rekomendasikan pasangannya.

Gerindra bukan hanya mendukung suara dan moril, tapi juga materi untuk ahok, tapi ditinggal oleh Ahok dengan tuduhan yang sangat hina.

Ahok menuding Gerindra tidak lagi sejalan dengan kehendak rakyat karena dukung UU pemilihan kepala daerah secara tidak langsung.

Padahal langsung atau tidak langsung itu sama-sama demokratis dan tercantum dalam UUD 45. Ahok sengaja mencari-cari alasan karena merasa sudah besar.

Ingat, Yusril itu Ketua Partai sama dengan Megawati dan Prabowo. Dengan penjelasan ini, apakah masih tidak pantas Yusril katakan Ahok malin kundang?

Bukan tidak mungkin kedepan bakal ada kepala daerah yg menjadi Malin kundang kepada Yusril, SBY, Cak imin, Paloh, wiranto dan sebagainya.

Cara Ahok adalah contoh buruk dalam Demokrasi dan bertentangan dengan etika dan moral politik serta pendidikan bangsa.

Masihkan kurang pantas Ahok disebut Malin Kundang??
Terima kasih
TEDDY GUSNAIDI