SHARE

medium_25tambang-emas

Satunegeri.com – Dalam keterangannya di Kantor Direktorat Jenderal Mineral Batubara, Kementerian ESDM, Jakarta,Senin (28/9), Direktur Jenderal Mineral Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), R Sukhyar, mengatakan bahwa kerugian Indonesia dalam setahun akibat penambangan emas ilegal mencapai Rp.38 Triliun.

Menurutnya  jika tambang ilegal memproduksi 65 ton per tahun, maka devisa yang tidak disetorkan ke negara mencapai Rp 32 triliun, untuk royalti Rp 1,2 triliun dan pajak 4,8 triliun.

“Kalau 65 ton nilai devisa sudah Rp 32 triliun. 65 juta gram kali 500 ribu perak berati triliun devisanya. Royaltinya Rp 1,2 triliun, kalau pakai tax Rp 4,8 truilun hanya emas,” papar Sukhyar.

Para mafia tambang tersebut menurut Sukhyar  biasanya beroperasi melalui penambangan ilegal yang melibatkan penambangan rakyat.”Belum lagi daerah lain yang melibatkan banyak penambang, saya kira berat di negara kita,” tambahnya.

jika dilihat saat ini besaran jumlah penambang ilegal yang ada di indonesia mencapai ratusan, maka bukan tidak mungkin jumlah mafia tambang pun juga mencapai ratusan. “Apalagi jumlahnya banyak skalanya ratusan illegal mining ya,” ungkap Sukhyar.

komoditas tambang yang mengalami aksi ilegal tak hanya emas, tetapi komoditas yang mudah didapat dan memiliki nilai, seperti timah dan batu bara. “Belum batu bara, timah, paling mudah batu bara, objek komoditi interasional batu bara, timah, emas. Kalau batu bara harus banyak,” pungkasnya.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

eight − 8 =