SHARE

A6

satunegeri.com – Investor dari Korea Selatan (Korsel) kembali menunjukkan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia. Kali ini giliran perusahaan-perusahaan pembangkit listrik panas bumi (geothermal) yang menyatakan niatannya menanamkan modalnya di Indonesia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengungkapkan, potensi nilai investasi dari masuknya investor pembangkit listrik geothermal Korsel tersebut mencapai USD400 juta. Perusahaan tersebut terdiri dari konsorsium perusahaan Korsel yang menargetkan Provinsi Jawa Timur 160 MW dan di Nusa Tenggara Timur 30 MW.

“Pihak investor sangat serius terhadap proyek pembangkit listrik yang disampaikan mereka sedang melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang diharapkan dapat mendukung proses konstruksi proyek yang ada,” tuturnya.

Frangky mengatakan, minat investasi tersebut merupakan hasil kunjungannya di Seoul, pada awal Maret lalu. Menurutnya pembangunan listrik yang bersumber dari renewable energy harus didukung penuh agar potensi investasi tersebut dapat menjadi investasi yang riil untuk mendorong berbagai pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Upaya-upaya untuk menanamkan modal dalam bidang energi terbarukan merupakan salah satu hal yang penting bagi pemerintah. Sejak awal tahun lalu, kami telah mencoba mendorong melalui konsep green investment,” imbuhnya.

Franky mengaku akan mengawal potensi investasi tersebut hingga terealisasikan. Pasalnya potensi geothermal di Indonesia namun belum banyak yang dieksplorasi menjadi energi listrik.

“Potensi yang besar ini belum optimal dimanfaatkan sebagai energi listrik, padahal proses pembangunan akan sangat terbantu dengan ketersediaan listrik tersebut,” tandasnya.

Sekedar informasi, investor Korsel termasuk yang aktif melakukan penanaman modal di Indonesia. Tercatat nilai investasi yang masuk dari Korsel tahun lalu mencapai USD1,2 miliar atau tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Apa Komentar Kamu?