SHARE

Satunegeri.com – Sebagai solusi dari dampak larangan ekspor bibit lobster dan kepiting, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan solusinya.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, pihaknya telah menyiapakn solusi dari dalam Peraturan Menteri Kementerian Perikanan Nomor 1 tahun 2015 tentang penangkapan lobster, kepiting, dan rajungan tersebut.

Pihaknya menawarkan pengembangan budidaya sistem silvofishery untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya yang berkelanjutan. ia mengklaim dengan sistem silvofishery akan meningkatkan produktivitas lahan dan juga mendukung keberlanjutan usaha.

Menurutnya Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar telah berhasil memijahkan dan mengembangkan usaha budidaya. Namun penebaran benih harus memperhatikan daya dukung lahan dan dalam membuka lahan baru sehingga tidak merusak lingkungan.

Selain itu, sistem budidaya polikultur menurut Slamet juga akan memutus rantai penyakit juga akan memberikan hasil yang optimal, seperti budidaya udang windu dengan rumput laut, atau udang dengan bandeng.

Permen KP No 1 Tahun 2015 menurut Slamet justru dapat mendorong pengembangan usaha budidaya lobster. Di samping itu, para penangkap benih lobster juga diarahkan mengembangkan budidaya rumput laut dan ikan laut, untuk menggantikan kegiatan penangkapan benih lobster yang sudah dilarang.

Apa Komentar Kamu?