SHARE

Kurtubi-foto-nurisman

satunegeri.com – Rencana pengambilalihan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) oleh perusahaan nasional PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi momentum tepat bagi bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Jika tidak dilakukan sekarang, pemerintah akan kehilangan kesempatan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara manufaktur yang disegani di dunia.

Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi, menyatakan, akuisisi saham Newmont oleh perusahaan nasional juga sejalan dengan kebijakan divestasi perusahaan pertambangan Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mengharapkan ada transfer penguasaan sumber daya alam dari asing ke dalam negeri.

“Siapapun yang membeli saham mayoritas yang dimiliki investor asing, bebas-bebas saja karena ini urusan korporasi semata, asal mendapat persetujuan dari pemerintah Indonesia,” kata Kurtubi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta.

Kurtubi berharap pemilik baru nantinya akan dapat menambah dampak positif bagi Indonesia, khususnya masyarakat Pulau Sumbawa sebagai lokasi pertambangan Newmont. Dia mengusulkan supaya Newmont dapat membangun smelter di Pulau Sumbawa sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian NTB karena akan menyerap banyak tenaga kerja.

“Medco juga diharapkan dapat menjual pasokan listrik ke PLN sehingga mengatasi pemadaman listrik di Pulau Sumbawa,” tuturnya.

Kurtubi menilai divestasi saham pertambangan dari investor asing kepada investor nasional akan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional. Bila benar terjadi, transaksi penjualan antara Medco dengan PT Newmont Nusa Tenggara yang tidak gaduh, menunjukan bahwa proses penjualan saham mayoritas dalam sektor pertambangan tidak rumit.

“Perkembangan ini  sangat positif karena prosesnya sederhana dan bisa menjadi acuan kalau ada divestasi perusahaan tambang yang ada di Indonesia,” jelas Kurtubi.

Secara terpisah Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara mengungkapkan hal senada. Menurutnya, transaksi ini sangat positif untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kemandirian ekonomi nasional. Dengan berkurangnya dominasi investor asing di sektor pertambangan, maka perusahaan nasional atau investor nasional dapat memaksimalkan peranannya di sektor tersebut.

“Sekarang ada swasta nasional yang mau membeli, ya kita dukung. Pada prinsipnya kalau swasta nasional semakin maju, ya kita juga senang. Mereka bisa bayar pajak di sini. Diolah di sini sebelum diekspor. Keuntungannya kan bisa diputar lagi di sini, kan artinya positif untuk rakyat,” pungkas Marwan.

Apa Komentar Kamu?