SHARE

image-satunegeri

SatuNegeri.com – Berdasarkan data dari ESDM, kebijakan larangan ekspor bahan tambang mentah (raw material) pada 2014 yang dikeluarkan pemerintah, membuat sejumlah perusahaan tambang meningkatkan eksploitasinya.

Direktur Perencanaan Industri Agribisnis dan Sumber Daya Alam Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Hanung Harimba Rachman mengatakan bahwa beberapa perusahaan bahkan telah meningkatkan produksi tambangnya hingga sebelas kali lipat dalam tiga tahun kenaikannya.

"Kita kan memang tidak ingin mengeksploitasi pertambangan kita secara berlebihan. Mungkin ada pengaruh akibat larangan tersebut, menurut data dari ESDM, beberapa perusahaan mengeksploitasi dengan meningkatkan produktivitasnya," katanya

Tujuan larangan ekspor bahan tambang mentah yang dilakukan pemerintah, untuk mencegah terjadinya eksploitasi tambang secara berlebihan dan tidak terkendali. Selain itu, Pemerintah juga menginginkan bahan tambang mentah diolah di dalam negeri sebelum diekspor.

Beberapa waktu lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memastikan delapan pabrik pengolahan bahan mineral atau smelter yang akan memulai operasinya tahun ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menekan ekspor bahan mineral, serta mempercepat implementasi UU Minerba yang mengamanatkan pengolahan tambang paling lambat pada 2014.

Apa Komentar Kamu?

LEAVE A REPLY

9 + 12 =