SHARE

medium_43Terminal Arun

Satunegeri.com – Terminal penerimaan dan regasifikasi liquefied natural gas (LNG) Arun pekan ini dipastikan siap untuk beroperasi, karena pada 19 Februari 2015 lalu  BP sudah mengirimkan satu kargo berisi LNG 119.000 meter kubik.

Direktur Utama Pertamina Gas (Pertagas) Hendra Jaya, menjelaskan bahwa pengaliran gas ke PLN itu tertunda lantaran harus mengubah meteran kilang LNG Arun yang sebelumnya dikelola PT Arun NGL. Dimana perusahaan tersebut 45% sahamnya dimiliki oleh ExxonMobil.

Adapun total kebutuhan gas yang akan disalurkan kepada pembangkit PLN sebesar 135 mmscfd. Sebesar 40 mmscfd untuk pembangkit listrik Arun dan 95 mmscfd untuk pembangkit listrik Belawan.

Sementara untuk memasok industri, berdasarkan hasil pemetaan potensi penggunaan gas, kebutuhan untuk industri di wilayah Sumatra Utara diperkirakan sebesar 250 mmscfd.  Saat ini Pertagas juga masih membuka peluang pasokan gas untuk industri di Aceh. Terutama untuk mengembangkan kawasan industri berbasis gas.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengharapkan dengan telah beroperasinya Arun, tidak hanya melakukan regasifikasi tapi juga dapat mengelola bisnis LNG hub. Karena pemanfaatan regasifikasi LNG ini untuk mendukung pengurangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebagai bahan bakar pembangkit listrik PLN yang terkoneksi di Pulau Sumatra. Selain itu juga dapat memenuhi kebutuhan gas untuk industri di Aceh dan Sumatra Utara.

Apa Komentar Kamu?